PanaJournal – Hari itu, Selasa 28 September 2015, sekitar pukul 07:45, hanya sekitar satu jam setelah mendarat di bandara Schiphol, terlihat suatu garis asap di langit Amsterdam, yang sudah jelas dibuat oleh pesawat tempur. Hanya satu garis tegak lurus meluncur dari bawah ke atas, nyaris 90 derajat, menggores langit biru.

Biasa? Tidak biasa? Bagi saya tidak terlalu biasa, jadi saya memotretnya. Semakin siang, ternyata garis-garis asap di langit itu tidak semakin berkurang. Langit Amsterdam hari itu, dan ternyata besoknya tidak ada lagi, menjadi kanvas bagi pilot-pilot pesawat tempur Kerajaan Belanda yang menorehkan garis-garis asap di langit. Latihan tempur? Dengan kecepatan seperti itu, saya kira wilayah udara negeri ini ibarat kata hanya seluas kain serbet.

Namun, meskipun itu rupa-rupanya bukan barang biasa, saya tidak melihat orang-orang, turis maupun bukan turis, begitu getol memotretnya. Kalau begitu, meski dalam keadaan jet-lag, biarlah saya saja yang memotretnya. Hanya untuk pengunjung PanaJournal.com.

 

Salam

SGA

Leave a Reply

3 comments

  1. Wayan

    Wah, kyknya bentar lagi ada yg mau bikin pameran foto nihhh..

  2. Nisrina Lubis

    Lukisan2 yang cantik sekali 🙂

  3. Virtual server

    Pada usia 19 tahun, Seno bekerja sebagai wartawan, menikah, dan pada tahun itu juga Seno masuk Institut Kesenian Jakarta , jurusansinematografi.